Seakan sudah jadi ikon sebagai kota Wali, Banten mempunyai sejuta narasi mengenai wali serta sabda keramatnya. Segalanya mengenai peninggalan beberapa wali jadi suatu hal yang dikira keramat di kota ini. tidak cuma itu, bahkan juga Banten sudah populer sebagai obyek wisata religi di Indonesia. Bukanlah saja warga Banten sendiri, warga diluar Banten serta diluar Jawa juga seringkali datang ke kota ini bahkan beberapa warga asing yang ikut berwisata di kota ini. wisata religi menghadirkan beragam tempat suci peninggalan beberapa wali. Ada masjid, pusaka, kitab-kitab bahkan juga makam beberapa wali juga dikira keramat.
4 Makam Keramat Di Banten
Bicara tentang makam beberapa wali, di kota Banten ada empat jenis makam yang dikeramatkan oleh warga setempat serta jadi hal yang harus untuk dispesialkan. Hal semacam ini dapat dibuktikan kalau mendekati Ramadhan umumnya beberapa wisatawan serta peziarah datang bersama-sama untuk berdo’a dalam makam-makam itu. Terkecuali lantaran makam itu yaitu makam beberapa wali, tetapi makam itu juga tampak unik, tersebut sebagai daya tarik orang-orang semua Indonesia berkunjung ke makam itu. Banyak memanglah makam-makam beberapa ulama serta wali di tanah santri itu, tetapi terdapat banyak makam yang seakan harus dikunjungi tiap-tiap orang yang menginjakkan kaki di tanah Banten. Sekurang-kurangnya ada 4 makam yang dikira harus didatangi, yakni :
Makam Syekh Muhammad Sholeh, Gunung Santri
Makam yang terdapat di kabupaten Serang ini terdapat pas diatas puncak Gunung Santri, Desa Bojonegara. Makam ini adalah makan dari seseorang ulama yakni Syekh Muhammad Sholeh yang wafat pada umur 76 th.. Beliau adalah seseorang santri dari Sunan Ampel yang sudah banyak menimba pengetahuan dari sang Sunan. Menurut narasi, Syekh Muhammad Sholeh menjumpai Sultan Syarif Hidayatullah yakni sang penguasa Cirebon yg tidak lain di kenal dengan gelar Sunan Gunung Jati. Sebagai daya tarik dari Syekh Muhammad Sholeh yaitu kemampuannya yang dapat mengubah dianya jadi semirip serta sama dengan ayam jago. Berikut sebagai argumen kenapa orang-orang tertarik berkunjung ke makam sang Syekh yang dapat mengubah bentuk seperti ayam jago.
Makam Syekh Maulana Mansyuruddin
Di daerah Cikadueun, kabupaten Pandeglang, Banten ada makam dari seseorang wali yang di kenal dengan Syekh Maulana Mansyuruddin. Beliau di kenal dengan nama Sultan Haji yang disebut putera dari Sultan Agung Abdul Fatah yang tidak lain raja Kerajaan Banten ke-6. Syekh Maulana Mansyuruddin mempunyai narasi menarik saat beliau menebarkan Agama Islam di daerah selatan pesisir laut yang mana dalam perjalanannya beliau beristirahat dibawah pohon waru. Pohon yang ada di dalam rimba Pakuwon Mantiung itu dipakai untuk sandaran badan Syekh Maulana serta mendadak saja atas izin Tuhan pohon itu merunduk serta menjongkok seperti seseorang manusia yang memberi hormat pada seorang. Oleh karena itu hingga saat ini pohon waru di daerah itu tak ada yang tegak lurus. Berikut kuasa Tuhan yang tunjukkan begitu mulianya Syekh Maulana, hingga makamnya juga dihormati hingga sekarang ini. Beliau wafat pada 1672 M serta dimakamkan di Cikadueun, pas lahir Syekh Maulana Mansyuruddin.
Makam KH Asnawi
Satu lagi tempat suci di Pandeglang, Banten yakni makam dari seseorang ulama yang berjuang untuk tegaknya agama Islam, namanya KH Asnawi. Makam ini pas beradap di desa Caringin yang populer bakal pesona lautnya. Di desa berikut Asnawi terlahir dari pasangan Abdurrahman (bapak) serta Ratu Sabi’ah (ibu) yang masih tetap dalam garis keturunan ke-17 dari Sultan Ageng Mataram, Raden Fattah. KH Asnawi di kenal sebagai penakluk beberapa juara sadis yang memiliki pengetahuan Kanuragan. Kegigihan dari Asnawi membuatnya disegani oleh penjajah Belanda. Asnawi memperistri lima orang serta membuahkan 23 anak dari ke lima istrinya itu. Tetapi pada 1937 beliau pulang ke rahmatullah serta dimakamkan di daerah Caringin. Beberapa peziarah mengakui banyak narasi menarik dari hasil I’tikaf di masjid berumur 200 th. tempat makam itu ada. Mereka mengakui ada yang lihat pancaran sinar penuhi semua ruang dalam masjid itu.
Makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Belum bertandang ke Banten namanya apabila anda belum menginjakkan kaki di komplek makam beberapa sesepuh Banten. Masjid Agung Banten adalah masjid yang didalamnya ada makam dari Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Abdul Mufachir Muhammad Aliyudin serta sultan yang lain. Satu diantara orang yang mempunyai dampak besar dalam penyebaran agama Islam di Banten, yakni Sultan Maulana Hasanuddin. Masjid Agung Banten di bangun pada saat pemerintahan beliau pada th. 1566 serta pembangunan setelah itu dikerjakan oleh sultan-sultan sesudahnya. Komplek makam yang ada di dalamnya adalah tempat ziarah yang harus dikunjungi lantaran di dalamnya ada makam beberapa orang yang berjasa serta punya pengaruh untuk tanah Banten.
No comments:
Post a Comment